6

Cerita Cinta Dinda

Follow Twitter Bang Aries @putra_saboerai atau langsung KLIK DISINI
Dan jangan lupa juga kunjungi blog Bang Aries di BLOGdetik klik DISINI

Cerpen CeRita Cinta Dinda, Cerpen CInta, Cerpen Sedih, Cerpen Bang Aries
Cerita Cinta Dinda karya Ariestya (bang Aries)
Di sebuah kamar sederhana yang rapi dan tidak begitu terang. Hanya di sinari  lampu 5 watt dan lampu belajar kecil tampak seorang gadis sedang menitikkan air mata sambil menuliskan kisah pahit tentang cinta yang baru saja di alami nya. Selama ini dia hanya menumpahkan kisah kehidupan nya di buku diary. Tak sedikit dari kisah kehidupan nyata, baik kisah keluarga maupun cinta. Kisah pahit maupun manis, di angkat menjadi sebuah cerpen oleh nya. Dia lah Dinda, wanita berparas sederhana namun memiliki wajah yang manis. Terlebih di waktu terbalut dengan hijab.  Menambah ke anggunan dan membuat siapapun yang memandang wajah nya tak kunjung jemu. Sejak kecil Dinda memang sangat piawai dalam merangkai kata-kata untuk di jadikan kalimat indah layak nya pujangga. Disusun dalam suatu cerita pendek atau sering disingkat cerpen. Hal ini dibuktikan oleh cerpen-cerpen nya banyak dimuat oleh media seperti majalah, Koran dan media online(website).
“Sungguh aku tak pernah menyangka jika kau adalah srigala yang berwujud kelinci imut menggemaskan”
Gumam nya yang membuat dia semakin terisak-isak dalam tangis. Teringat kejadian di perputakaan sekolah siang tadi. Dengan telinga nya sendiri, ia mendengar lontaran kata-kata yang membuat hati nya hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak? Seorang pria yang selama ini menjadi pujaan hati nya, menjadi motivasi dalam hidup nya untuk tetap bertahan dalam kelamahan. Telah mendustai janji cinta yang selama ini meraka bina.
***

 Bel istirahat sudah berbunyi 10 menit yang lalu, namun Guru yang mengajar kelas XI IPA 1 belum juga mengizinkan siswa nya keluar. Guru merasa tanggung memberikan materi BAB itu sehingga waktu istirahat sedikit telat. Dinda sudah tidak nyaman lagi di tempat duduk nya. Ia sudah memegang majalah edisi terbaru yang biasa memuat cerpen-cerpen nya sebelum bel istirahat berbunyi. Sebenar nya ia ingin segera menemui pujaan hati nya di perpustakaa. Untuk memberikan kejutan spesial. Karena cerpen yang di muat kali ini bener-benar istimewa. Yaitu kisah nyata cerita cinta nya selama ini di bina nya dengan Satria Aji. Kisah cinta yang benar-benar manis walau terkadang harus memalui jalan berduri. Dan yang membuat istimewa lagi cerpen nya mendapatkan mendapatkan penghargaan Kategori CERPEN TERBAIK tahun ini. Mungkin jika Dinda dan Satria satu kelas, Kejutan itu sudah diberikan sedari tadi. Sayang nya Dinda masuk kelas IPA dan Satria di kelas IPS.
“Ibu rasa sudah cukup penjelasan di BAB ini. Untuk lebih memahami Ibu harap kalian pelajari sendiri dirumah. Maaf karena telah menyita separuh dari waktu isitrahat kalian. Sekarang Boleh Istirahat. Selamat Siang”.
“Siang Juga Buu….”
Setelah Ibu guru keluar dari kelas, siswa-siswi pun menghambur keluar kelas. Ada yang ke kantin, berkumpul bersama teman di tempat biasa, ada juga yang memilih tetap tinggal dikelas untuk belajar.
Ini lah waktu yang dari tadi di tunggu oleh dinda. Dengan terburu-buru dia keluar kelas dan menuju perpustakaan. Sesampai nya disana, perpustakaan tidak begitu ramai. Ia putarkan bola mata nya tampak sedang mencari seseorang. Melangkahkan kaki nya kesana dan kemari tapi belum juga menemukan Satria.
“Aduuuh, kema si Dia..? mana Waktu Istirahat tinggal 10 menit lagi.”
Dengan rasa kecewa terpaksa Dinda harus meninggalkan ruang perpustakaan. Baru saja keluar, Dinda bertemu Wawan yang Notabene nya adalah teman dari Satria.
“Ehh… Maaf Wan. Kamu ngeliat Satria gak..?”
“Aku tadi liat di belakang Lab Komputer sama Ratih deh..”
“Ngapain mereka disana?”
Aduuh, maaf Din, kalo masalah itu aku gak tau menau. Kamu kan pacar nya. Seharus nya kamu tau doong”
“Emmm.. ya udah makasih ya wan..”
“Yo’i..”
Rasa penasaran dan keinginan untuk tau sebenar nya ada apa di antara meraka pun mengahntui fikiran Dinda.
“Jangan – Jangan… ahh….”
Sebelum waktu istirahat habis, segera ia menuju kesana. Namun Dinda tidak ingin hal itu di ketahui antara Satria dan Ratih. Sesampai nya di dekat TKP yang Wawan tadi sebutkan, Dinda mengendap-endap imgin mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.
“Gimana Tih jawaban nya?”
“Maaf Satria, bukan nya aku gak sayang sama kamu. Tapi kamu juga kan status nya masih pacaran sama Dinda.”
“Percaya deh Tih Aku, kalo kamu terima aku jadi pacar kamu,  Hari ini juga aku putusin Dinda. Aku tu sebener nya gak sayang sama Dinda. Aku Cuma kasihan aja sama Dia karena dia punya Penyakit yang ….”
Satria menggantungkan kalimat nya.
Dibalik termbok tampak seorang gadis mata nya mulai berkaca-kaca. Dihati nya telah terjadi  kuncangan yang amat dahsyat  nya, seperti terjadi gempa dengan Skala Richter tinggi. Dinda memberanikan diri untuk menampakkan tubuh yang dari tadi bersembunyi dibalik tembok.
“ Yang apa? Kenapa kamu tidak lanjutkan kata-kata kamu?”
Suara Dinda membuat Satria dan Ratih tampak sangat terkejut. Belum sempat Satria berkata kembali.
“Maaf jika aku menggangu kalian berdua. Maafkan juga jika selama ini aku telah membani mu dengan rasa belas kasihan. Terimakasih utuk semua yang telah kau berikan.”
Dinda membuang majalah yang dari tadi di pegang nya dan lari sekecang nya menjauh dari Satria dan Ratuh.
“Dinda….Tunggu Din…. Aku bisa jelasin semua nya”
Satria coba mengejar dan menjelaskan nya kepada Dinda. Namun Dinda sama sekali tak menggubris dan terus berlari mengilangan dari pandangan mata Satria. Sekilas Satria membaca Tulisan yang bercetak tebal di Majalah.
 Cinta Mu, Nafas Ku

Cerpen Terbaik Tahun ini
Karya by Dinda Firnanda

Maaf jika Cerpen nya Sangat Berantakan ya :-)
Mohon berikan Komentar nya ya :-D
By : Bang Aries

6 komentar:

Dangstars mengatakan... Reply Comment

Cerita yang asik dibaca..
terimakasih telah berbagi

Putra_Saboerai mengatakan... Reply Comment

@Dangstars:
Sama-sama bang :)

Syafar Mapalang mengatakan... Reply Comment

Ceritanya cukup memikat untuk dibaca, ngomong2 ini pengalaman pribadi atau apalah mas..???
Kayak asli saya baca...

Putra_Saboerai mengatakan... Reply Comment

@Syafar Mapalang:
Bukan om,, ini maah cerita fiktif.. murni dari imajinasi belaka.. wuakaka :-D

SAMARINDA KOTA TEPIAN mengatakan... Reply Comment

ceritanya bagus mas...
sampai saya nangis darah mas...

kesimpulannya sehabis bca cerpen ini saya malah kekurangan darah mas...
hikzz..

Unknown mengatakan... Reply Comment

Cerita cerpen tentang percintaan yang bagus. Hingga terdiam membacanya.

Posting Komentar

Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates